Skip to main content

BAGAIMANA MENGHILANGKAN RASA MALAS?

Saat kita diberikan tanggungjawab, kita wajib hukumnya untuk melaksanakan dan menyelesaikannya dengan baik dan juga TEPAT WAKTU.
Hidup ini akan terus mengalir dan waktu tak akan pernah terhenti.
Selama nafas masih berhembus, maka segala macam tanggungjawab sekecil apapun harus diselesaikan.
Semangat yang tinggi sangatlah dibutuhkan dalam setiap detik hidup kita sebagai benteng untuk memerangi rasa MALAS yang pasti datangnya dari bisikan setan yang sangat jahat pada kita.
Sehingga tantangan terbesarnya adalah 'Bisakah kita menghilangkan rasa malas yang sangat membunuh produktifitas hidup kita?'

Berikut Kiat Jitu Menghilangkan Rasa Malas
1. Pikirkan hasil akhir dari pekerjaan kita
Ketika kita harus menyelesaikan suatu pekerjaan namun terasa sangat berat, pikirkan betapa bahagianya hidup ini ketika bebas dari sebuah tanggungan. Kita tak akan dikejar-kejar deadline. Pikiran kita akan lebih rileks dengan terselesaikannya pekerjaan itu. So, kita akan semakin semangat menyelesaikannya. 
2. Berusaha menyelesaikan suatu pekerjaan dengan rileks
Saat kita dikejar deadline dan merasa stress karena banyak tekanan justru malah membuat kita malas mengerjakan. Nah, sebaiknya kita menyelesaikannya itu dengan rileks aja, santai tapi pasti. Semua akan beres pada waktunya..
3. Berusaha memotivasi diri
Saat rasa malas mulai melanda, justru kita harus segera bergerak dan bangun dari zona nyaman kita. Kita berhak atas diri kita. Ada banyak cara memotivasi diri, diantaranya: kita bisa berolahraga sejenak, sekedar untuk menghilangkan rasa lemas yang membuat malas; Saat menyelesaikan pekerjaan, kita bisa sambil dengerin musik favorit yang dapat menggugah jiwa; atau kita bisa mencari kata-kata motivasi via googling yang sangat jitu memantik semangat kita, dll. Selain itu, kita juga bisa minta motivasi dari orang terdekat kita, misal: orang tua, kekasih, dan sahabat. Mereka sedikit banyak akan memberikan efek semangat pada kita.
4. Berilah reward untuk diri sendiri  
Berjanji pada diri kita, bahwa setelah berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan, kita akan memberikan reward pada diri kita. Misalnya: kita akan pergi travelling, atau makan enak sepuasnya, atau membeli suatu barang kesayangan, dll. Nah dengan semangat reward untuk diri kita, rasa malas itu perlahan hilang dan semangatlah kita.
5. Buang jauh rasa pesimis alias harus optimis
Terkadang kita dihadapkan pada suatu pekerjaan yang rumit dan kita merasa sulit untuk menyelesaikannya sehingga kita menjadi pesimis dan malas menyelesaikannya. Padahal disebutkan dalam Quran bahwa 'Allah tidak akan membebani suatu kaum kecuali sesuai dengan kekuatannya'. Nah, sesulit apapun pekerjaan kita pasti sebenarnya kita bisa menyelesaikannya. Perlahan kita cari solusi atau cari bantuan bagaimana menyelesaikannya, dan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan. Bukan malah lari dari tugas dan bermalas ria. Kita harus tetap optimis kita akan berhasil menyelesaikannya.
6. Ingat akibat menunda pekerjaan
Menunda suatu pekerjaan juga merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Kita berpikir deadline masih lama, nah malas ngerjakan deh.. padahal akibat yang ditimbulkan dari penundaan itu sangatlah fatal. Tugas kita justru akan tertumpuk di belakang, kita akan terjerat pada stress berlebihan ketika sudah hampir deadline karena belum menyelesaikan pekerjaan yag tambah buanyak. Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi esok hari. Bisa jadi kita tak akan dapat kesempatan baik sebagaimana hari kemarin. So, kerjakan apapun saat itu juga selagi masih ada kekuatan.
7. Harus ada target
Buatlah suatu target dalam hidup khususnya dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Kita akan merasa lebih termotivasi alias hilang rasa malas ketika kita mengingat kembali target kita. Jika perlu tulislah target itu di mana-mana dengan maksud untuk mudah terbaca jika rasa malas melanda. Namun ketika ingat target maka juga harus segera bergerak dan melawan rasa malas itu. Susah susah gampang sih, tapi kalau berusaha konsisten dengan target yang kita tulis maka semua pekerjaan akan segera terselesaikan dengan baik.


Sobat,,, kita diciptakan untuk tidak diam ditempat, kita harus terus bergerak, berjalan, dan berlari mengejar apapun impian dan keinginan kita, serta berusaha menyelesaikan segala tanggungjawab dengan baik.
So, keep strong, keep spirit, put away your lazziness, and be happy.. ok
Semoga bermanfaat!  

Comments

Popular posts from this blog

LEARNING HOW TO LIFE TOGETHER

Bagaimanakah anda akan belajar menjadi seorang pembelajar sejati? Pada hakikatnya, belajar dapat dilakukan kapanpun dan di manapun. Bahkan apapun yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, dan kita jalani, dapat menjadi wadah untuk belajar. Tujuan dari belajar adalah menguasai hal yang telah dipelajari. Seorang pembelajar akan berusaha sebaik mungkin bagaimana dia akan berhasil menguasai pelajaran tersebut. Pada saat dia mulai mempelajari suatu hal, dia akan terus mengejarnya sampai dia bisa dan mampu melakukan sebagaimana hal yang di pelajari. Dari sebuah keinginan untuk mengetahui, mengerti, dan memahami, hingga akhirnya bisa mengaplikasikan pelajaran- seseorang akan mampu mencapai target yang diinginkan. Mungkin ini terlalu abstrak untuk dimengerti. Contoh Sebuah Cerita: Ada seorang cewek pendiam, pemalu, minim kepercayaan diri. Dia terbiasa untuk diam tak banyak bicara ketika berkumpul dengan teman-temannya. Karena sesungguhnya dia bingung apa yang harus diobrolkan den...

BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI

Siapa sih kamu ini? Sudahkah kamu mengenali dirimu sendiri? Seperti apa sih dirimu itu? Nah, penting banget mengenali dirimu sendiri. Jati diri seseorang hanya bisa dirasakan oleh pribadi masing-masing. Setiap orang punya watak yang berbeda dan bagaimana dia memutuskan untuk melakukan sesuatu atas kehendak dirinya sendiri. Setiap seseorang punya hati nurani masing-masing. Punya hati kecil yang menuntunnya untuk bertindak. Setiap diri kita punya kelebihan masing-masing. Punya keistimewaan masing-masing. Walaupun terkadang kita masih silau dengan kelebihan orang lain. Ya bolehlah kita mengagumi orang lain, namun hanya sekedar untuk motivasi diri atau mendorong untuk menjadi lebih baik. Ada juga terkadang kita merasa iri dengan keberhasilan orang lain, kenapa kita tak bisa seperti orang tersebut.. Bahkan ada juga yang sengaja meniru gaya orang lain, sampai segala hidupnya disamakan seperti orang lain, sampai pada taraf memaksakan diri, yang berujung pada hal yang kurang baik...