Skip to main content

MENJADI SOSOK YANG ISTIMEWA

Menjadi sosok ISTIMEWA tidaklah mudah. Banyak kriteria yang harus dijalani.
1. Kenali kelebihan dalam dirimu
Setiap manusia pasti memiliki kelebihan masing-masing. Walau kadang tak disadari dan tak dirasakan secara langsung oleh orang tersebut. Kita harus mampu mengasah potensi diri sebagai keunggulan dalam diri kita. Apapun kelebihan dalam diri kita harus kita syukuri dengan cara memanfaatkan dan memaksimalkan dengan baik. Tak perlu kita iri akan kelebihan orang lain yang jauh lebih hebat dari kita. Sebenarnya, orang tersebut juga mungkin berpikir bahwa kita lebih hebat dari dia. Semuanya sudah ada ketentuan takdir masing-masing dari Tuhan. Segala kelebihan dan kekurangan yang kita punya merupakan Anugerah dari Tuhan. Jika kita sangat paham tentang diri kita, maka kelebihan diri kita akan lebih mudah dirasakan, dikenali, dan semakin percaya pada diri kita yang sangat istimewa ini.
2. Suka menebar kebaikan
Menjadi orang baik dan selalu menebar kebaikan adalah kunci hidup bersosial. Segala macam kebaikan yang kita lakukan pada orang lain akan teringat selamanya, dan pasti akan dibalas dengan kebaikan pula. Berusaha untuk selalu menjadi orang baik dalam suasana hati apapun memang susah, terkadang tergantung dengan suasana hati yang bahagia saja atau ketika good mood saja. Padahal harusnya baik itu tiada batas. Kita harus terbiasa menjadi orang baik, sehingga akan menajdi watak yang terlatih untuk selalu berbuat baik. Mengajak orang lain untuk selalu menjadi lebih baik juga sangat penting, so, kita harus bisa menebar kebaikan di manapun kita berada. Karena kebahagiaan orang lain adalah kebahagiaan kita juga. 
3. Hindari hal yang memicu konflik
Sekecil apapun konflik yang terjadi dalam kehidupan sosial kita, akan membuat hidup tidak nyaman. Kita harus berusaha sebisa mungkin menghindari hal-hal yang dapat memicu konflik antar individu. Misalnya: Menyinggung hal yang sensitif pada orang lain, sehingga dia illfeel pada kita dan tak bisa jadi teman baik lagi; membuat orang lain marah atau bete dengan apa yang kita perbuat. Nah, supaya hubungan sosial kita tetap awet dan menghindari musuh, kita harus bisa saling menjaga perasaan, tak segan untuk saling memberi perhatian, selalu membahagiakan orang lain, dll, daripada bersikap egois pada diri kita tanpa memikirkan orang lain sehingga dapat memicu konflik yang sangat merugikan kita.
4. Menyikapi segala sesuatu secara bijak
Menjadi sosok yang bijak indentik dengan kedewasaan seseorang atau kematangan emosional seseorang. Siapapun bisa menjadi bijak jika kita berpikiran terbuka. Bersedia menerima segala keadaan dengan sabar dan bijaksana. Misalnya, dalam penyelesaian suatu masalah, kita tidak serta merta mengedepankan emosi sesaat, namun harus dipikirkan secara matang sebab akibat dari permasalahan itu. Maka dari itu, berpikir secara bijak dalam mencari solusi suatu masalah sangatlah penting. Ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang sangat rumitpun, berusahalah untuk selalu menyikapinya dengan bijak. Baik dan baik terus seumur hidup.

Jadilah sosok yang ISTIMEWA di mata Allah dan di mata manusia, maka hidupmu akan menjadi lebih nyaman, berkah, dan bahagia. Amin.
Semoga bermanfaat.. 

Comments

Popular posts from this blog

LEARNING HOW TO LIFE TOGETHER

Bagaimanakah anda akan belajar menjadi seorang pembelajar sejati? Pada hakikatnya, belajar dapat dilakukan kapanpun dan di manapun. Bahkan apapun yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, dan kita jalani, dapat menjadi wadah untuk belajar. Tujuan dari belajar adalah menguasai hal yang telah dipelajari. Seorang pembelajar akan berusaha sebaik mungkin bagaimana dia akan berhasil menguasai pelajaran tersebut. Pada saat dia mulai mempelajari suatu hal, dia akan terus mengejarnya sampai dia bisa dan mampu melakukan sebagaimana hal yang di pelajari. Dari sebuah keinginan untuk mengetahui, mengerti, dan memahami, hingga akhirnya bisa mengaplikasikan pelajaran- seseorang akan mampu mencapai target yang diinginkan. Mungkin ini terlalu abstrak untuk dimengerti. Contoh Sebuah Cerita: Ada seorang cewek pendiam, pemalu, minim kepercayaan diri. Dia terbiasa untuk diam tak banyak bicara ketika berkumpul dengan teman-temannya. Karena sesungguhnya dia bingung apa yang harus diobrolkan den...

BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI

Siapa sih kamu ini? Sudahkah kamu mengenali dirimu sendiri? Seperti apa sih dirimu itu? Nah, penting banget mengenali dirimu sendiri. Jati diri seseorang hanya bisa dirasakan oleh pribadi masing-masing. Setiap orang punya watak yang berbeda dan bagaimana dia memutuskan untuk melakukan sesuatu atas kehendak dirinya sendiri. Setiap seseorang punya hati nurani masing-masing. Punya hati kecil yang menuntunnya untuk bertindak. Setiap diri kita punya kelebihan masing-masing. Punya keistimewaan masing-masing. Walaupun terkadang kita masih silau dengan kelebihan orang lain. Ya bolehlah kita mengagumi orang lain, namun hanya sekedar untuk motivasi diri atau mendorong untuk menjadi lebih baik. Ada juga terkadang kita merasa iri dengan keberhasilan orang lain, kenapa kita tak bisa seperti orang tersebut.. Bahkan ada juga yang sengaja meniru gaya orang lain, sampai segala hidupnya disamakan seperti orang lain, sampai pada taraf memaksakan diri, yang berujung pada hal yang kurang baik...

BAGAIMANA MENGHILANGKAN RASA MALAS?

Saat kita diberikan tanggungjawab, kita wajib hukumnya untuk melaksanakan dan menyelesaikannya dengan baik dan juga TEPAT WAKTU. Hidup ini akan terus mengalir dan waktu tak akan pernah terhenti. Selama nafas masih berhembus, maka segala macam tanggungjawab sekecil apapun harus diselesaikan. Semangat yang tinggi sangatlah dibutuhkan dalam setiap detik hidup kita sebagai benteng untuk memerangi rasa MALAS yang pasti datangnya dari bisikan setan yang sangat jahat pada kita. Sehingga tantangan terbesarnya adalah 'Bisakah kita menghilangkan rasa malas yang sangat membunuh produktifitas hidup kita?' Berikut Kiat Jitu Menghilangkan Rasa Malas 1. Pikirkan hasil akhir dari pekerjaan kita Ketika kita harus menyelesaikan suatu pekerjaan namun terasa sangat berat, pikirkan betapa bahagianya hidup ini ketika bebas dari sebuah tanggungan. Kita tak akan dikejar-kejar deadline. Pikiran kita akan lebih rileks dengan terselesaikannya pekerjaan itu. So, kita akan semakin semangat menyeles...