Bagaimanakah anda akan belajar menjadi seorang pembelajar sejati?
Pada hakikatnya, belajar dapat dilakukan kapanpun dan di manapun.
Bahkan apapun yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, dan kita jalani, dapat menjadi wadah untuk belajar.
Tujuan dari belajar adalah menguasai hal yang telah dipelajari.
Seorang pembelajar akan berusaha sebaik mungkin bagaimana dia akan berhasil menguasai pelajaran tersebut.
Pada saat dia mulai mempelajari suatu hal, dia akan terus mengejarnya sampai dia bisa dan mampu melakukan sebagaimana hal yang di pelajari.
Dari sebuah keinginan untuk mengetahui, mengerti, dan memahami, hingga akhirnya bisa mengaplikasikan pelajaran- seseorang akan mampu mencapai target yang diinginkan.
Mungkin ini terlalu abstrak untuk dimengerti.
Contoh Sebuah Cerita:
Ada seorang cewek pendiam, pemalu, minim kepercayaan diri.
Dia terbiasa untuk diam tak banyak bicara ketika berkumpul dengan teman-temannya.
Karena sesungguhnya dia bingung apa yang harus diobrolkan dengan temannya.
Dia tidak punya bahan pembicaraan, tepatnya.
Sehingga julukan pendiam itu sudah melekat pada dirinya.
Namun, dalam hati kecilnya, dia sebenarnya berbanding terbalik dengan "ke-pendiamannya"
Sebenarnya dia tidak begitu pendiam, dia bisa menjadi anak yang "Asik" diajak ngobrol.
Dia bisa bersosialisasi dengan baik dan supel jika bergaul dengan siapapun, cuman karena kurang terlatih saja.
Sehingga dia merasa harus memberontak pada diri sendiri, mematut matut diri sendiri, dan dia sangatlah membenci keadaan seperti ini.
Kemudian cewek tersebut mencoba mempelajari keadaan yang terjadi pada dirinya.
Dia berusaha belajar dari temannya yang bisa mempunyai banyak teman.
dia belajar dari cara mengobrol yang asik dengan teman.
dia belajar bagaimana mencari topik pembicaraan yang asik sehingga obrolan jadi tambah seru.
dia terus belajar dan belajar pada siapapun dengan cara menyerapnya, memahaminya, dan mencoba mempraktekannya sedikit demi sedikit, hingga dia terlatih dan terbiasa dengan asiknya ngobrol.
awalnya memang dia merasa harus imitate alias meniru gaya obrolan teman,
namun seiring berjalannya waktu, dia merasa menemukan jati dirinya yang sesungguhnya bahwa dia sebenarnya bukanlah sang "pendiam" yang punya sedikit teman karena dianggap kurang gaul dan terlalu alim.
Maka berhasillah dia menjadi pribadi atau sosok yang diinginkannya. Dan tumbuhlah kepercayaan diri yang membuatnya semakin merasa nyaman dan bahagia di hadapan semua orang.
Belajar dan belajar tiada henti
Belajar bagaimana hidup bersama orang lain
Belajar memiliki hidup yang sempurna
Belajar untuk mejadi baik.
Pada hakikatnya, belajar dapat dilakukan kapanpun dan di manapun.
Bahkan apapun yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, dan kita jalani, dapat menjadi wadah untuk belajar.
Tujuan dari belajar adalah menguasai hal yang telah dipelajari.
Seorang pembelajar akan berusaha sebaik mungkin bagaimana dia akan berhasil menguasai pelajaran tersebut.
Pada saat dia mulai mempelajari suatu hal, dia akan terus mengejarnya sampai dia bisa dan mampu melakukan sebagaimana hal yang di pelajari.
Dari sebuah keinginan untuk mengetahui, mengerti, dan memahami, hingga akhirnya bisa mengaplikasikan pelajaran- seseorang akan mampu mencapai target yang diinginkan.
Mungkin ini terlalu abstrak untuk dimengerti.
Contoh Sebuah Cerita:
Ada seorang cewek pendiam, pemalu, minim kepercayaan diri.
Dia terbiasa untuk diam tak banyak bicara ketika berkumpul dengan teman-temannya.
Karena sesungguhnya dia bingung apa yang harus diobrolkan dengan temannya.
Dia tidak punya bahan pembicaraan, tepatnya.
Sehingga julukan pendiam itu sudah melekat pada dirinya.
Namun, dalam hati kecilnya, dia sebenarnya berbanding terbalik dengan "ke-pendiamannya"
Sebenarnya dia tidak begitu pendiam, dia bisa menjadi anak yang "Asik" diajak ngobrol.
Dia bisa bersosialisasi dengan baik dan supel jika bergaul dengan siapapun, cuman karena kurang terlatih saja.
Sehingga dia merasa harus memberontak pada diri sendiri, mematut matut diri sendiri, dan dia sangatlah membenci keadaan seperti ini.
Kemudian cewek tersebut mencoba mempelajari keadaan yang terjadi pada dirinya.
Dia berusaha belajar dari temannya yang bisa mempunyai banyak teman.
dia belajar dari cara mengobrol yang asik dengan teman.
dia belajar bagaimana mencari topik pembicaraan yang asik sehingga obrolan jadi tambah seru.
dia terus belajar dan belajar pada siapapun dengan cara menyerapnya, memahaminya, dan mencoba mempraktekannya sedikit demi sedikit, hingga dia terlatih dan terbiasa dengan asiknya ngobrol.
awalnya memang dia merasa harus imitate alias meniru gaya obrolan teman,
namun seiring berjalannya waktu, dia merasa menemukan jati dirinya yang sesungguhnya bahwa dia sebenarnya bukanlah sang "pendiam" yang punya sedikit teman karena dianggap kurang gaul dan terlalu alim.
Maka berhasillah dia menjadi pribadi atau sosok yang diinginkannya. Dan tumbuhlah kepercayaan diri yang membuatnya semakin merasa nyaman dan bahagia di hadapan semua orang.
Belajar dan belajar tiada henti
Belajar bagaimana hidup bersama orang lain
Belajar memiliki hidup yang sempurna
Belajar untuk mejadi baik.
Comments
Post a Comment