Skip to main content

BELAJAR DARI KEBIASAAN ORANG HEBAT


“Menulis”. Itulah yang dapat saya pelajari dari kebiasaan orang-orang hebat yang telah menginspirasi saya untuk memutuskan ‘oke, aku harus memulainya sekarang’. Memang tak mudah untuk memulai, tapi saya percaya bahwa ‘thousand miles start from one single step’. Betapa indah dan berkesannya jika dapat menuangkan segala realita kehidupan dalam sebuah ide tulisan dan dalam sebuah goresan kalimat yang bahkan jauh lebih bermakna. “Kepada yang terhormat Para Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selama tiga periode- Prof. Imam Suprayogo, Prof. Mudjia Raharjo, dan Prof. Abdul Haris, terima kasih telah menginspirasi saya untuk memulai belajar menata ide pikiran yang lebih sistematis melalui sebuah tulisan”. Jujur, saya salut sekali dengan beliau para rektor yang saya cintai, hampir tiada hari tanpa menulis. Di tengah kesibukan beliau, selalu ada kesempatan untuk menuangkan ide dalam tulisan. Saya pun yakin saya bisa, karena saya tidak cukup punya banyak kesibukan sebagaimana beliau-beliau.
Selain para rektor, sumber inspirasi saya adalah kawan-kawan terdekat saya yang juga sangat hebat dalam merangkai kata dalam sebuah tulisan dan dengan istiqomah menggeluti dunia kepenulisan sehingga bisa meraih sukses berkat tulisan mereka. Betapa Tuhan Maha Baik, telah menakdirkan saya bertemu dengan orang-orang hebat di sekeliling saya yang dapat membuat hidup ini menjadi lebih hidup dengan inspirasi tulisan.  Telah saya sadari bahwa sungguh kebiasaan menulis dapat memberikan manfaat yang luar biasa, di antaranya; melatih berpikir kritis dan sistematis dalam menuangkan ide, melatih menyusun kata yang baik dan benar sesuai EYD, menjernihkan otak karena akan terus terlatih secara otomatis untuk selalu berpikir, melatih untuk selalu merekam segala kejadian dalam hidup sehingga dapat menerjemahkannya menjadi lebih berkesan dalam sebuah tulisan, memiliki sebuah karya yang tersimpan selamanya, memberikan manfaat bagi para pembaca sesuai isi tulisan, menjadikan waktu lebih bermanfaat untuk berkarya, dan masih banyak lagi berjuta manfaat dari kebiasaan menulis.

Menyesal sih ada, kenapa tidak dari dulu saya memulainya. Saya hanya sebagai si pembaca, belum bisa menjadi sang penulis. Saya pun hanya sekedar salut dan mengagumi orang-orang dengan idenya yang luar biasa dalam sebuah tulisan dan dalam merangkai kata yang menjadikan para pembaca ikut masuk dan mengalir dalam ide pikiran sang penulis. Ini memang bukan hal yang mudah dan butuh berlatih secara continue alias istiqomah untuk dapat melahirkan sebuah tulisan yang hidup dan menghidupkan. Adanya tulisan adalah untuk dibaca. Maka hal terpenting adalah bagaimana ide tulisan tersebut bisa tersampaikan dengan baik kepada para pembaca. Saya akui memang kemampuan menulis saya masih jauh dari kata ‘oke’, sehingga harus lebih banyak belajar dan membaca tulisan. Baiklah semoga keputusan untuk memulai ‘One Day One Writing’ dapat berjalan sebagaimana yang saya harapkan. Bisa istiqomah dalam hal positif dan menjadikan kebermanfaatan hidup ini dapat lebih bermanfaat.
Let’s go writing ….

Comments

Popular posts from this blog

LEARNING HOW TO LIFE TOGETHER

Bagaimanakah anda akan belajar menjadi seorang pembelajar sejati? Pada hakikatnya, belajar dapat dilakukan kapanpun dan di manapun. Bahkan apapun yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, dan kita jalani, dapat menjadi wadah untuk belajar. Tujuan dari belajar adalah menguasai hal yang telah dipelajari. Seorang pembelajar akan berusaha sebaik mungkin bagaimana dia akan berhasil menguasai pelajaran tersebut. Pada saat dia mulai mempelajari suatu hal, dia akan terus mengejarnya sampai dia bisa dan mampu melakukan sebagaimana hal yang di pelajari. Dari sebuah keinginan untuk mengetahui, mengerti, dan memahami, hingga akhirnya bisa mengaplikasikan pelajaran- seseorang akan mampu mencapai target yang diinginkan. Mungkin ini terlalu abstrak untuk dimengerti. Contoh Sebuah Cerita: Ada seorang cewek pendiam, pemalu, minim kepercayaan diri. Dia terbiasa untuk diam tak banyak bicara ketika berkumpul dengan teman-temannya. Karena sesungguhnya dia bingung apa yang harus diobrolkan den...

BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI

Siapa sih kamu ini? Sudahkah kamu mengenali dirimu sendiri? Seperti apa sih dirimu itu? Nah, penting banget mengenali dirimu sendiri. Jati diri seseorang hanya bisa dirasakan oleh pribadi masing-masing. Setiap orang punya watak yang berbeda dan bagaimana dia memutuskan untuk melakukan sesuatu atas kehendak dirinya sendiri. Setiap seseorang punya hati nurani masing-masing. Punya hati kecil yang menuntunnya untuk bertindak. Setiap diri kita punya kelebihan masing-masing. Punya keistimewaan masing-masing. Walaupun terkadang kita masih silau dengan kelebihan orang lain. Ya bolehlah kita mengagumi orang lain, namun hanya sekedar untuk motivasi diri atau mendorong untuk menjadi lebih baik. Ada juga terkadang kita merasa iri dengan keberhasilan orang lain, kenapa kita tak bisa seperti orang tersebut.. Bahkan ada juga yang sengaja meniru gaya orang lain, sampai segala hidupnya disamakan seperti orang lain, sampai pada taraf memaksakan diri, yang berujung pada hal yang kurang baik...

BAGAIMANA MENGHILANGKAN RASA MALAS?

Saat kita diberikan tanggungjawab, kita wajib hukumnya untuk melaksanakan dan menyelesaikannya dengan baik dan juga TEPAT WAKTU. Hidup ini akan terus mengalir dan waktu tak akan pernah terhenti. Selama nafas masih berhembus, maka segala macam tanggungjawab sekecil apapun harus diselesaikan. Semangat yang tinggi sangatlah dibutuhkan dalam setiap detik hidup kita sebagai benteng untuk memerangi rasa MALAS yang pasti datangnya dari bisikan setan yang sangat jahat pada kita. Sehingga tantangan terbesarnya adalah 'Bisakah kita menghilangkan rasa malas yang sangat membunuh produktifitas hidup kita?' Berikut Kiat Jitu Menghilangkan Rasa Malas 1. Pikirkan hasil akhir dari pekerjaan kita Ketika kita harus menyelesaikan suatu pekerjaan namun terasa sangat berat, pikirkan betapa bahagianya hidup ini ketika bebas dari sebuah tanggungan. Kita tak akan dikejar-kejar deadline. Pikiran kita akan lebih rileks dengan terselesaikannya pekerjaan itu. So, kita akan semakin semangat menyeles...