Menjalani sebuah kehidupan adalah layaknya berlayar di lautan yang sangat luas tiada batas sampai pada tujuan terakhir yang diinginkan. Ketika kapal laut itu berlayar, tak sedikit gelombang atau badai menerpa yang datang kapanpun tanpa dapat diprediksi hal itu akan terjadi. Namun, dengan sekuat tenaga sang nahkoda akan berusaha menyelamatkan kapalnya supaya tidak hancur dan tenggelam demi seisi kapal itu. Begitu pula kehidupan ini. Kita melalui sebuah perjalanan yang amat jauh dan sangat jauh kita berangan angan sampai seberapapun umur kita dengan planning kehidupan yang tak terbatas, sampai ajal menjemput entah kapanpun itu. Ketika badai menghadang, sebagaimana kita diterpa sebuah masalah, kitalah sang nahkoda itu. Sekuat tenaga kita harus dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan baik, berusaha bertahan untuk hidup yang baik dan berusaha menyelamatkan diri kita untuk menjadi diri yang terbaik bagi diri kita.
Pernahkah kita sadari, kita hidup di dunia ini semata mata hanya mampir sejenak, hanya butuh merasakan kebahagiaan sejenak, hanya sebagai hamba yang tak berdaya, dan selalu butuh kekuatan dari Tuhan. Kita hanyalah seonggok daging yang dicipta dan pada akhirnya akan kembali pada sang Pencipta. Dalam hidup ini semua terasa sangat indah dan kita berharap semua keindahan dan kebahagiaan dunia ini akan berlangsung lama.
Menjalani sebuah kehidupan, tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebuah butuh perjuangan dan segalanya butuh diperjuangkan. Segala pengorbanan dalam hidup yang membuat kita bergerak dan terus bergerak, menandakan kita ini hidup dan selalu menghidupkan hidup kita. Dengan segenap sabar dan tawakal, kita akan menjalani segala pengorbanan dalam hidup, yang pada akhirnya akan menjadikan kita dapat lebih memaknai arti hidup.
Apapun yang terjadi dalam hidup adalah sebuah ketetapan dari Tuhan. Segala hal baik maupun buruk telah digariskan Tuhan kepada kita. Ketika hal baik terjadi pada kita, kita akan memaknainya sebagai sebuah anugerah atau hadiah Tuhan. Ketika hal buruk terjadi pada kita, kita akan memaknainya sebagai sebuah ujian hidup, yang secara spontan kita akan mengeluh, meratap, merasakan kesedihan yang mendalam, dan bahkan sedikit marah pada Tuhan, kenapa hal itu terjadi pada kita. Padahal dalam segala ketetapan Tuhan, yang kita butuhkan adalah SABAR dan TAWAKKAL. Saat diterpa sebuah problem yang seakan sangat sulit diselesaikan kita harusnya bersabar dan yakin segalanya akan berakhir dengan indah. Dalam sebuah sabar tentunya kita juga butuh ikhtiar untuk menyelesaikan problem tersebut. Tidak lantas do nothing yang hanya mengandalkan waktu yang terus mengalir. Usaha kita juga sangat dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Setelah dengan segenap kesabaran dalam usaha kita, pada akhirnya kita akan berpasrah, memasrahkan semuanya pada Sang sekenario hidup. Entah akan berakhir seperti apa masalah tersebut. Lantas bagaimana perbedaan antara sabar dan pasrah dalam menghadapi suatu masalah. Ketika kita bersabar, kita masih ada usaha untuk melakukan sesuatu demi terselesaikanya masalah itu. Namun, ketika kita pasrah, kita sudah tak melakukan apapun yang cenderung hanya dalam berharap saja, tanpa ada gerak. Berpasrah sih boleh saja, namun, kita juga harus sadar bahwa Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga dia akan mengubah dirinya sendiri. Kita masih butuh untuk bergerak dan melakukan sesuatu untuk perubahan dalam diri kita, untuk menyelesaikan segala masalah dalam hidup kita. Kitalah sendiri yang menjadikan hidup ini indah dan terasa awet keindahannya. Kitalah sendiri yang dapat melalui segala masalah dalam hidup dengan segenap sabar dan ikhtiar kita.
So, keep strong guys, you can if you think you can, and do what you have to do. Allah is always by your side.
Pernahkah kita sadari, kita hidup di dunia ini semata mata hanya mampir sejenak, hanya butuh merasakan kebahagiaan sejenak, hanya sebagai hamba yang tak berdaya, dan selalu butuh kekuatan dari Tuhan. Kita hanyalah seonggok daging yang dicipta dan pada akhirnya akan kembali pada sang Pencipta. Dalam hidup ini semua terasa sangat indah dan kita berharap semua keindahan dan kebahagiaan dunia ini akan berlangsung lama.
Menjalani sebuah kehidupan, tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebuah butuh perjuangan dan segalanya butuh diperjuangkan. Segala pengorbanan dalam hidup yang membuat kita bergerak dan terus bergerak, menandakan kita ini hidup dan selalu menghidupkan hidup kita. Dengan segenap sabar dan tawakal, kita akan menjalani segala pengorbanan dalam hidup, yang pada akhirnya akan menjadikan kita dapat lebih memaknai arti hidup.
Apapun yang terjadi dalam hidup adalah sebuah ketetapan dari Tuhan. Segala hal baik maupun buruk telah digariskan Tuhan kepada kita. Ketika hal baik terjadi pada kita, kita akan memaknainya sebagai sebuah anugerah atau hadiah Tuhan. Ketika hal buruk terjadi pada kita, kita akan memaknainya sebagai sebuah ujian hidup, yang secara spontan kita akan mengeluh, meratap, merasakan kesedihan yang mendalam, dan bahkan sedikit marah pada Tuhan, kenapa hal itu terjadi pada kita. Padahal dalam segala ketetapan Tuhan, yang kita butuhkan adalah SABAR dan TAWAKKAL. Saat diterpa sebuah problem yang seakan sangat sulit diselesaikan kita harusnya bersabar dan yakin segalanya akan berakhir dengan indah. Dalam sebuah sabar tentunya kita juga butuh ikhtiar untuk menyelesaikan problem tersebut. Tidak lantas do nothing yang hanya mengandalkan waktu yang terus mengalir. Usaha kita juga sangat dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Setelah dengan segenap kesabaran dalam usaha kita, pada akhirnya kita akan berpasrah, memasrahkan semuanya pada Sang sekenario hidup. Entah akan berakhir seperti apa masalah tersebut. Lantas bagaimana perbedaan antara sabar dan pasrah dalam menghadapi suatu masalah. Ketika kita bersabar, kita masih ada usaha untuk melakukan sesuatu demi terselesaikanya masalah itu. Namun, ketika kita pasrah, kita sudah tak melakukan apapun yang cenderung hanya dalam berharap saja, tanpa ada gerak. Berpasrah sih boleh saja, namun, kita juga harus sadar bahwa Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga dia akan mengubah dirinya sendiri. Kita masih butuh untuk bergerak dan melakukan sesuatu untuk perubahan dalam diri kita, untuk menyelesaikan segala masalah dalam hidup kita. Kitalah sendiri yang menjadikan hidup ini indah dan terasa awet keindahannya. Kitalah sendiri yang dapat melalui segala masalah dalam hidup dengan segenap sabar dan ikhtiar kita.
So, keep strong guys, you can if you think you can, and do what you have to do. Allah is always by your side.
Comments
Post a Comment