Skip to main content

SABAR ATAU PASRAH?

Menjalani sebuah kehidupan adalah layaknya berlayar di lautan yang sangat luas tiada batas sampai pada tujuan terakhir yang diinginkan. Ketika kapal laut itu berlayar, tak sedikit gelombang atau badai menerpa yang datang kapanpun tanpa dapat diprediksi hal itu akan terjadi. Namun, dengan sekuat tenaga sang nahkoda akan berusaha menyelamatkan kapalnya supaya tidak hancur dan tenggelam demi seisi kapal itu. Begitu pula kehidupan ini. Kita melalui sebuah perjalanan yang amat jauh dan sangat jauh kita berangan angan sampai seberapapun umur kita dengan planning kehidupan yang tak terbatas, sampai ajal menjemput entah kapanpun itu. Ketika badai menghadang, sebagaimana kita diterpa sebuah masalah, kitalah sang nahkoda itu. Sekuat tenaga kita harus dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan baik, berusaha bertahan untuk hidup yang baik dan berusaha menyelamatkan diri kita untuk menjadi diri yang terbaik bagi diri  kita.
Pernahkah kita sadari, kita hidup di dunia ini semata mata hanya mampir sejenak, hanya butuh merasakan kebahagiaan sejenak, hanya sebagai hamba yang tak berdaya, dan selalu butuh kekuatan dari Tuhan. Kita hanyalah seonggok daging yang dicipta dan pada akhirnya akan kembali pada sang Pencipta. Dalam hidup ini semua terasa sangat indah dan kita berharap semua keindahan dan kebahagiaan dunia ini akan berlangsung lama.
Menjalani sebuah kehidupan, tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebuah butuh perjuangan dan segalanya butuh diperjuangkan. Segala pengorbanan dalam hidup yang membuat kita bergerak dan terus bergerak, menandakan kita ini hidup dan selalu menghidupkan hidup kita. Dengan segenap sabar dan tawakal, kita akan menjalani segala pengorbanan dalam hidup, yang pada akhirnya akan menjadikan kita dapat lebih memaknai arti hidup.
Apapun yang terjadi dalam hidup adalah sebuah ketetapan dari Tuhan. Segala hal baik maupun buruk telah digariskan Tuhan kepada kita. Ketika hal baik terjadi pada kita, kita akan memaknainya sebagai sebuah anugerah atau hadiah Tuhan. Ketika hal buruk terjadi pada kita, kita akan memaknainya sebagai sebuah ujian hidup, yang secara spontan kita akan mengeluh, meratap, merasakan kesedihan yang mendalam, dan bahkan sedikit marah pada Tuhan, kenapa hal itu terjadi pada kita. Padahal dalam segala ketetapan Tuhan, yang kita butuhkan adalah SABAR dan TAWAKKAL. Saat diterpa sebuah problem yang seakan sangat sulit diselesaikan kita harusnya bersabar dan yakin segalanya akan berakhir dengan indah. Dalam sebuah sabar tentunya kita juga butuh ikhtiar untuk menyelesaikan problem tersebut. Tidak lantas do nothing yang hanya mengandalkan waktu yang terus mengalir. Usaha kita juga sangat dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Setelah dengan segenap kesabaran dalam usaha kita, pada akhirnya kita akan berpasrah, memasrahkan semuanya pada Sang sekenario hidup. Entah akan berakhir seperti apa masalah tersebut. Lantas bagaimana perbedaan antara sabar dan pasrah dalam menghadapi suatu masalah. Ketika kita bersabar, kita masih ada usaha untuk melakukan sesuatu demi terselesaikanya masalah itu. Namun, ketika kita pasrah, kita sudah tak melakukan apapun yang cenderung hanya dalam berharap saja, tanpa ada gerak. Berpasrah sih boleh saja, namun, kita juga harus sadar bahwa Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga dia akan mengubah dirinya sendiri. Kita masih butuh untuk bergerak dan melakukan sesuatu untuk perubahan dalam diri kita, untuk menyelesaikan segala masalah dalam hidup kita. Kitalah sendiri yang menjadikan hidup ini indah dan terasa awet keindahannya. Kitalah sendiri yang dapat melalui segala masalah dalam hidup dengan segenap sabar dan ikhtiar kita.
So, keep strong guys, you can if you think you can, and do what you have to do. Allah is always by your side.

Comments

Popular posts from this blog

LEARNING HOW TO LIFE TOGETHER

Bagaimanakah anda akan belajar menjadi seorang pembelajar sejati? Pada hakikatnya, belajar dapat dilakukan kapanpun dan di manapun. Bahkan apapun yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan, dan kita jalani, dapat menjadi wadah untuk belajar. Tujuan dari belajar adalah menguasai hal yang telah dipelajari. Seorang pembelajar akan berusaha sebaik mungkin bagaimana dia akan berhasil menguasai pelajaran tersebut. Pada saat dia mulai mempelajari suatu hal, dia akan terus mengejarnya sampai dia bisa dan mampu melakukan sebagaimana hal yang di pelajari. Dari sebuah keinginan untuk mengetahui, mengerti, dan memahami, hingga akhirnya bisa mengaplikasikan pelajaran- seseorang akan mampu mencapai target yang diinginkan. Mungkin ini terlalu abstrak untuk dimengerti. Contoh Sebuah Cerita: Ada seorang cewek pendiam, pemalu, minim kepercayaan diri. Dia terbiasa untuk diam tak banyak bicara ketika berkumpul dengan teman-temannya. Karena sesungguhnya dia bingung apa yang harus diobrolkan den...

BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI

Siapa sih kamu ini? Sudahkah kamu mengenali dirimu sendiri? Seperti apa sih dirimu itu? Nah, penting banget mengenali dirimu sendiri. Jati diri seseorang hanya bisa dirasakan oleh pribadi masing-masing. Setiap orang punya watak yang berbeda dan bagaimana dia memutuskan untuk melakukan sesuatu atas kehendak dirinya sendiri. Setiap seseorang punya hati nurani masing-masing. Punya hati kecil yang menuntunnya untuk bertindak. Setiap diri kita punya kelebihan masing-masing. Punya keistimewaan masing-masing. Walaupun terkadang kita masih silau dengan kelebihan orang lain. Ya bolehlah kita mengagumi orang lain, namun hanya sekedar untuk motivasi diri atau mendorong untuk menjadi lebih baik. Ada juga terkadang kita merasa iri dengan keberhasilan orang lain, kenapa kita tak bisa seperti orang tersebut.. Bahkan ada juga yang sengaja meniru gaya orang lain, sampai segala hidupnya disamakan seperti orang lain, sampai pada taraf memaksakan diri, yang berujung pada hal yang kurang baik...

BAGAIMANA MENGHILANGKAN RASA MALAS?

Saat kita diberikan tanggungjawab, kita wajib hukumnya untuk melaksanakan dan menyelesaikannya dengan baik dan juga TEPAT WAKTU. Hidup ini akan terus mengalir dan waktu tak akan pernah terhenti. Selama nafas masih berhembus, maka segala macam tanggungjawab sekecil apapun harus diselesaikan. Semangat yang tinggi sangatlah dibutuhkan dalam setiap detik hidup kita sebagai benteng untuk memerangi rasa MALAS yang pasti datangnya dari bisikan setan yang sangat jahat pada kita. Sehingga tantangan terbesarnya adalah 'Bisakah kita menghilangkan rasa malas yang sangat membunuh produktifitas hidup kita?' Berikut Kiat Jitu Menghilangkan Rasa Malas 1. Pikirkan hasil akhir dari pekerjaan kita Ketika kita harus menyelesaikan suatu pekerjaan namun terasa sangat berat, pikirkan betapa bahagianya hidup ini ketika bebas dari sebuah tanggungan. Kita tak akan dikejar-kejar deadline. Pikiran kita akan lebih rileks dengan terselesaikannya pekerjaan itu. So, kita akan semakin semangat menyeles...